September 19, 2020
Job

Awas, Jangan Ucapkan 3 Frase Berbahaya dalam Wawancara Ini!

Biasanya, Anda mungkin menyadari kapan Anda benar-benar menghancurkan wawancara kerja Anda. Bahkan, di tengah-tengah percakapan wawancara tersebut masih berlangsung. Jika Anda mengungkap bahwa Anda misalnya, benar-benar tidak berkualifikasi, tidak sengaja mencetuskan anekdot tidak profesional, atau membuat pihak pewawancara tersinggung, maka bukanlah hal yang mengejutkan ketika Anda tidak mendapatkan panggilan seusai wawancara kerja. Tetapi seringkali, Anda meninggalkan ruangan wawancara merasa sukses namun mendapati bahwa pihak perusahaan ternyata tidak ingin mempekerjakan Anda, atau bahkan, menghubungi Anda kembali. Dalam situasi seperti ini pun Anda bertanya-tanya, apa yang salah? Ternyata, bisa jadi frase tertentulah penyebabnya. Ada beberapa frase berbahaya dalam wawancara yang bisa menggagalkan Anda. Anda harus bisa mengenalinya.

Apa Saja Frase Berbahaya dalam Wawancara yang Harus Anda Hilangkan?

“Saya Sangat Ingin Pekerjaan Ini!”

Adalah sebuah fakta bahwa pihak perekrut menginginkan untuk melihat hasrat dan antusiasme dari kandidat mereka. Namun, ada cara yang benar dan cara yang salah untuk menunjukkannya. Anda mungkin ingin mengungkapkan frase berbahaya dalam wawancara ini untuk mendemonstrasikan keinginan Anda yang besar. Namun pada faktanya, kalimat ini malah membuat Anda terdengar putus asa. Dan terdengar putus asa bukanlah hal baik dalam konteks apa pun. Anda harus terdengar percaya diri dan kompeten, bukannya terdengar seperti pelamar putus asa yang mencari apa pun asallkan bisa mendapatkan pekerjaan. Jika Anda ingin mengekspresikan ketertarikan, katakan ini sebagai gantinya saat pertama mendapat undangan wawancara, “Saya sangat bersemangat Anda meminta mengadakan wawancara dengan saya dan saya menanti-nanti untuk bisa mendiskusikan detail dari posisi ini.”

“Emmm…”

Siapa di antara kita yang tidak pernah merasakan momen ketika pikiran terasa blank di tengah-tengah wawancara? Ini terjadi bahkan kepada veteran pencari kerja paling ahli pun. Namun, ada cara yang paling baik untuk menangani situasi ini daripada sekedar bilang “emmm…” yang diikuti dengan jeda yang kikuk. Kuncinya adalah selalu membuat Anda terdengar penuh pertimbangan dan serius, bukannya sedang mengalami blank atau berpikiran kosong. Mencoba mengisi keheningan ini dengan “emmm…” membuat Anda terdengar seperti berusaha memikirkan dan mencari-cari apa yang harus Anda ucapkan. Jika Anda ingin waktu yang tak lebih dari beberapa detik untuk berpikir, Anda bisa bilang, dengan senyum dan percaya diri, “Itu adalah pertanyaan yang sangat baik. Ijinkan saya berpikir sejenak mengenai hal itu.” Dengan ini, Anda akan terdengar seperti seorang kandidat yang tenang dan bukannya gugup.

“Seperti yang Sudah Saya Bilang…”

Sumber : youtube

Lagi, ini adalah sebuah frase berbahaya dalam wawancara. Hati-hati, karena kalimat ini bisa terdengar sangat menyinggung. Apa pun yang Anda referensikan, misalnya situasi yang sebelumnya pernah Anda ceritkaan atau hanya ingin menekankan prestasi atau keahlian Anda, frase berbahaya dalam wawancara ini akan membuat Anda seolah mengasumsikan bahwa sang pewawancara sedang tidak mendengarkan. Bahkan, lebih buruknya lagi, ini bisa membuat Anda terdengar seolah tidak memiliki pengalaman atau keahlian relevan, karena Anda terus menerus menekankan informasi yang telah Anda ungkapkan sebelumnya.

Cara mudah untuk menjauhi frase berbahaya dalam wawancara ini? Coba pikirkan lebih banyak situasi untuk Anda ceritakan sebelumnya. Pilih beberapa situasi yang menggambarkan keahlian Anda. Tinjau dulu deskripsi kerja dan tulislah kisah yang relevan untuk setiap tanggung jawab itu. Dengan cara ini, ketika pihak perusahaan menanyai situasi yang mirip, Anda akan punya kisah berkualitas untuk diceritakan.

Jangan lupa untuk menghindari frase berbahaya dalam wawancara di atas!

Source : Job-like.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.