Juli 14, 2020
Life

Aturan Hidup yang Tidak Tertulis

Dalam bersosialisasi, banyak sekali kebiasaan yang terlihat biasa saja, namun ternyata perlu kita perhatikan agar tidak salah melangkah.

“Sudah usia 25 tahun kok belum menikah?”

“Sudah setahun menikah kok belum punya anak?”

Mungkin pertanyaan itu terlihat ringan diucapkan, tapi bagi yang ditanya, bisa jadi itu adalah pertanyaan yang sangat menyakitkan.

Jangan sampai kita menyakiti hati orang lain meskipun dengan satu kata atau kalimat yang kita anggap biasa, tapi sangat menusuk jiwa. Mari kita jaga ucapan. Berfikir lah sebelum berucap. Jangan berucap lalu berfikir.

Yuk simak, apa saja aturan hidup yang tidak tertulis di era milenial.

1. Menghubungi orang lain

Kalau kamu sedang membutuhkan bantuan orang lain, dan kondisinya sangat mendesak. Kamu bisa saja menelponnya namun, kamu perlu mengetahui aturan menelpon seseorang. Jika kamu sudah melakukan panggilan sebanyak dua kali dan tidak ada respon, maka yang harus kamu lakukan adalah menunggu. Bisa jadi orang yang sedang kamu hubungi sedang sibuk. Tunggu respon dari dia dengan sabar. 

Jangan sampai kamu terus terusan menelepon nya. Jika kamu terus melakukan panggilan lebih dari tiga kali, kamu Sakan akan sedang menerapkan nya. Hal tersebut akan membuat dia risih. Bisa jadi dia tidak akan menghubungimu kembali.

2. Berhutang

Aturan hidup kedua yang jangan sampai kamu lewatkan adalah membayar hutang. Jika kamu memiliki hutang kepada orang lain, yang perlu kamu lakukan adalah :

– Mencatat jumlah hutang yang kamu miliki. Dan tulislah kapan tepatnya kamu akan melunasi hutang tersebut.

– Meminta maaf jika tidak bisa membayar pada waktu yang sudah ditentukan. 

– Jika kamu dihubungi temanmu yang memberi hutang, segeralah untuk memberi respon. Jangan terlalu lama. Apalagi sampai mengabaikannya.

– Jika pemberi hutang sudah menagih dan mengatakan bahwa dia sedang membutuhkan uang, namun kamu tidak sanggup membayar penuh, maka berikanlah uang yang sanggup kamu bayarkan. Cicillah dia.

– Ingatlah, bahwasanya hutang tetaplah hutang, jadi ia harus tetap dibayarkan. Dan, hutang tentunya akan dibawa sampai mati. Tentu kita ingat bahwa Rasulullah S.A.W enggan menshalati jenazah yang masih memiliki utang.

3. Traktiran.

Jika kamu mendapat traktiran oleh temannu, tentu itu hal yang sangat menyenangkan. Terlebih jika kamu mendapat tawaran tersebut di akhir bulan. Namun yang perlu kamu ingat adalah jika kamu memesan hidangan makanan janganlah memilih yang paling mahal. Jika memungkinkan kamu bisa memesan makanan yang sama dengan temanmu. 

4. Pertanyaan

Aturan hidup ke empat adalah jangan sembarangan mengajukan pertanyaan kepada orang lain. Bisa jadi memang kamu merasa bahwa pertanyaan itu adalah pertanyaan yang sangat wajar diajukan kepadanya. Namun, bisa jadi itu adalah pertanyaan yang sangat menusuk, menyakiti, membuatnya merasa frustrasi. Contoh pertanyaan yang bisa saja menyakiti hati orang lain :

“Kamu kapan nikah?”

Pertanyaan tersebut terlihat wajar saja diajukan, namun itu adalah pertanyaan yang sensitif, terlebih untuk orang orang yang sudah berusia lebih dari seperempat abad. Bisa jadi dia sedang mengejar karirnya, prestasinya, atau bahkan pendidikannya.

“Sudah dua tahun menikah, tapi kamu tidak punya anak?”

Pertanyaan ini memang sangat wajar diajukan kepada orang yang sudah lama menikah namun tidak memiliki anak. Namun, pertanyaan ini sangatlah menyakitkan. Coba bayangkan jika kamu pada posisi tersebut, bagaimana rasa sakit hatinya kamu kepada orang yang bertanya.

Apalagi kalau pertanyaanmu mengarah ke fisik, “Mbak, gendutan ya?” Artinya kamu sedang memukul genderang peperangan.

5. Perbedaan politik.

Jika kamu memiliki perbedaan politik dengan tmnmu, jangan sampai persahabatanmu  terpecah belah. Berbeda pilihan itu adalah hal yang wajar, namun menjaga keutuhan persahabatan adalah yang utama.

6. Berbicara.

Jika kamu sedang melakukan pembicaraan dengan teman kamu, tentu kamu tidak ingin jika temanmu menyela pembicaraanmu. Hal tersebut juga berlaku jika teman kamu sedang berbicara dengan kamu. Dengarkan apa yang ingin dia sampaikan, jangan menyela, janganlah gunakan aktivitas lain, dan dengarkan apa yang disampaikannya dengan seksama. Tentu kamu tidak inginkan, jika kamu sedang berbicara tmnmu bermain hp? Nah hal tersebut juga berlaku jika kamu sedang diajak berbicara oleh temanmu. 

7. Terima kasih

Kata “terima kasih” sangatlah ajaib. Cobalah untuk setiap saat mengucapkan terima kasih kepada orang yang sudah membantumu. Dia akan senang karena sudah pernah membantumu.

8. Kritik dan pujian

Jika kamu ingin menyampaikan kritikan kepada teman kamu, maka sampaikanlah secara pribadi. Jangan menyampaikan kritikan di depan umum, itu akan membuat dia malu dan bisa jadi kritikan itu akan membuatnya sakit hati. Dan, jika kamu memiliki pujian kepada temanmu, maka sampaikanlah di depan umum. Itu akan membuatnya merasa bangga, merasa percaya diri, dan merasa bahwa kamu sudah menghormatinya. 

9. Menunjukkan sesuatu

Jika teman kamu ingin menunjukkan sesuatu kepadamu maka lihatlah dengan seksama. Jangan melakukan apapun di luar yang ditunjukkannya. Misalnya, jika teman kamu sedang menunjukkan sebuah foto di galeri ponselnya kepadamu, maka jangan geser ke kiri atau ke kanan. Bisa jadi ada foto yang tidak ingin ditunjukkannya kepadamu, atau privasi yang tidak ingin ditunjukkan nya kepadamu.

10. Hargai pekerjaan orang lain

Hargai pekerjaan orang lain, jangan merasa pekerjaan kamu adalah pekerjaan yang terbaik, merasa bahwa saya pekerjaan kamu adalah pekerjaan yang paling berat, atau merasa bahasanya pekerjaan kamu lebih bermanfaat daripada orang lain. Jika kamu seorang wirausaha, hargailah temanmu yang menjadi pegawai. Begitu pula hukum sebaliknya, jika kamu seorang pegawai, hargailah temanmu yang berusaha untuk menjadi wirausahawan.

11. Bertemu teman lama

Jika kamu sedang bertemu teman lama, jangan menanyakan terkait masalah umur dan gajinya. Itu adalah hal yang sensitif, kecuali dia ingin membicarakannya.

Intinya dalam melakukan aturan hidup kamu perlu memposisikan dirimu pada posisi orang lain. Apakah kamu rela jika kamu diperlakukan seperti itu?

Bukankah pesan Rasulullah S.A.W, adalah pentingnya kita menjaga lisan agar tidak mencelakai atau menyakiti orang lain? 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.